
1/
aku dengar detak jantung asing di sela tidurku
ku kira itu suara detak jantungmu
mengendap masuk menghampiriku
namun aku keliru
itu hanya detakku sendiri
bicara atas nama sepi
aku lihat bayangmu dari pantul titik hujan
basah mengembun dingin
meluluh leleh selubungi jendela kamarku
itulah hujanku
luap resah cemas tak henti tak tentu
apakah kau tahu?
kau selalu menyimpan beku sepi
dalam tidurku
dan hujan jadi simfoni
2/
geretak geligi dingin melemahkan raga
lemah lelah kaki tersuruk
memandang cadas bukit
tanpa dasar
aneh
aku menemu pantulan
bopeng wajahku sendiri di dalamnya
bila laut telah luap menampung
titis hujanku ku alirkan ke sini saja?
bukankah seperti itu seharusnya?
ruang kosong itu me-nglegena
menjadi muara jiwa nan sepi
: jatuh tubuh mengecup bumi
3/
langkah bukan lagi menjejak
memaksa daki pecut mengawang
bibir tak henti merapal mantra
tangan membahasa
hati memungkah tabir
bila rasa henti menaut
biar pisah mula turut